Tuesday, February 27, 2007

Implikasi doktrin Tritunggal dalam komuniti manusia

Sudah pasti doktrin Tritunggal memang payah difahami. Pada hakikatnya Tuhan adalah Maha Esa seperti yang tertulis dalam AlKitab,

Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (Ulangan 6:4)

Pada resminya, dalam khutbah2 umat-umat Kristian diajar berkenaan Bapa, Anak dan Roh Kudus. Kebanyakkan gereja tidak mengajar doktrin Tritunggal secara holistik. Pada hakikatnya, doktrin Tritunggal dari satu aspek dapat membentuk kehidupan dan permikiran umat Kristian.

Dalam blog ini, saya tidak akan mendebatkan atau mempertahankan doktrin Tritunggal tetapi melihatnya dari satu aspek yang boleh mengubah pemikiran saya dalam perhubungan sesama sendiri dan dengan Allah.

AlKitab menyatakan Allah maha mengasihi dan maha menyayangi. Dengan kata yang ringkas kasih ada dalam Allah. Kasih melibatkan perhubungan dan bukanlah suatu abstrak persendirian. Dalam perhubungan adanya kasih.

Doktrin Tritunggal menyatakan Allah Maha Esa mempunyai 3 Peribadi. Ketiga-tiga Peribadi ini ialah Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Perhubungan yang wujud antara ketiga-tiga Peribadi ini membentuk satu komuniti di mana kasih diluahkan dalam perhubungan ini. Kasih memang sudah wujud dalam komuniti Allah.

Bapa mengasihi Anak dalam perhubungan dengan Roh Kudus

Anak mengasihi Bapa dalam perhubungan dengan Roh Kudus

Komuniti wujud dalam Allah. Dan dalam komuniti ini adanya perhubungan dan kasih sayang yang diluahkan dalam perhubungan ini.




Kasih Allah yang terluah dariNya semasa penciptaan dunia dan manusia menunjukkan alam dan manusia ini dicipta kerana kasih Allah. Dunia ini penuh dengan kasih Allah. Manusia yang dicipta dengan imej Allah mempunyai kasih di dalamnya yang boleh diluahkan olehnya.


Apakah implikasi dalam diri kita melalui doktrin Tritunggal?


Allah menyatakan diriNya dalam Yesus Kristus. Hanya dalam Kristus sahaja kita diundang ke dalam perhubungan dengan Allah. Yakni kita diundang ke dalam komuniti Allah sendiri. Dosa yang telah memisahkan kita dari Allah dan dengan sesama sendiri telah dirapatkan dengan kematian Yesus Kristus. Keselamatan yang diberikan Yesus bukanlah hanya dari segi penyelamatan jiwa ke syurga tetapi ia mengembalikan perhubungan dengan sesama sendiri dan dengan Allah yang telah dihancurkan oleh dosa.


Kita dicipta bukan untuk hidup bersendirian dan berasingan. Kita dicipta untuk melibatkan diri dalam perhubungan dan komuniti masing-masing. Inilah maksud sebenarnya untuk menjadi manusia di muka bumi ini.

Mereka yang ingin memisahkan dirinya dari lain hanya hidup untuk dirinya sendiri. Mereka ini hanya melakukan perkara-perkara yang untuk dirinya sendiri. Manusia sering kali digoda untuk melakukan perkara-perkara yang hanya untuk kepentingan masing-masing. Pada hakikatnya ia membawa keburukkan dan kehancuran ke dunia ini dan diri kita. Kita dicipta untuk kebaikkan sejagat. Dunia ini dicipta bukanlah untuk kita sahaja. Ini membawa kita ke konsep penjagaan ekologi bumi. Kita adalah khalifah yakni penjaga bumi ini. Manusia yang dicipta dengan rupa / imej Allah mempunyai sifat-sifat untuk mengekalkan keindahan alam ini.

Dalam kasih Tritunggal inilah, Allah mengasihi dunia ini (manusia dan alam semulajadi). Atas kasih Allah pada dunia ini, Bapa mengutuskan Anak yang dikasihiNya. Anak yang mengasihi Bapa akur pada perintah Bapa walaupun menderita dan mati. Anak yang mengasihi kita semua ini mengutuskan Roh Kudus agar kita dapat memuliakan Allah Tritunggal dalam perkerjaan kita. Berdasarkan pada konsep kasih dan perhubungan, ia mengingatkan umat Kristian untuk saling kasih mengasihi sesama sendiri dalam apa jua kita lakukan baik dalam pelayanan mahupun perkerjaan sekular. Seringkali kita dengan khususnya dalam pelayanan Kristian adanya pergaduhan dan salah faham yang wujud kerana ego masing-masing. Kenapakah ia harus berlaku?

Kesimpulannya, gambaran yang diberikan dalam Allah Tritunggal ini ialah manusia seharusnya hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi hidup di dalam komuniti yang sentiasa berhubung sesama sendiri dalam kasih.

5 comments:

Anonymous said...

Racun bagi umat kristen dan smua umat manusia...ajaran tritunggal tidak berdasarkan Firman Allah!..lebih cendrung kepada pola penyembahan dewa2 yg brsifat tritunggal!!! Tritunggal telah menghilangkan keEsaan BAPA yaitu YHWH sebagai satu-satunya pribadi yg MAHA KUASA! menghilangkan peranan Yesus/Firman sebagai putra ALLAH sebagai utusan dan penebus dosa manusia...menyalah artikan Roh Kudus sebagai suatu pribadi seolah-olah memiliki kehendak! Yesus tidak pernah mengajarkan Tritunggal sebagai suatu dasar pengajarannya! Yesus hanya mengajarkan KASIH! Kasih akn ALLAH dan Kasih akan sesamamu manusia!TRITUNGGAL MERUPAKAN DOKTRIN HASIL PEMIKIRAN MANUSIA!

Anonymous said...

Saya ada Tubuh, Saya ada Jiwa dan saya ada Roh dan saya adalah satu dan tidak pernah menjadi dua atau tiga.

Rasanya kalau saya tiada jiwa sukar bagi ku bertingkah laku, rasanya jika aku tiada tubuh saya tidak perlu membeli keperluan di supermarket setiap masa, rasanya andainya aku tiada roh maka aku adalah bangkai hidup tanpa nafas dan nyawa..

Manusia mempunyai HADIR/HADIRAT sedemikian maka Tuhan juga mempunyai OKNUM-NYA.

Tuhan adalah ESA/Tritunggal adalah ESA seperti mana saya dan anda ada 3 hadirnya tetapi saya/anda adalah satu adanya.

Anda bangun pagi-pagi dan memberus gigi utk hilangkan bau busuk mulut anda.. tetapi andainya anda tiada tubuh dan hanya ada jiwa dan roh ia bukanlah anda lagi sebagai manusia yg hidup.. Jiwa anda tak apat berbuat apa-apa tanpa tubuh anda dan roh anda tidak ada jasmani dan apa yg dapat di lakukan?

Anonymous said...

Allah adalah Esa! Hanya ia yg patut kita sembah! Ia tidak dapat kita lihat,raba,dengar,bhkan qt cium bau tubuhNya! Ia tidak sama seperti kita yg memiliki tubuh,jiwa dan roh menjadi satu! Ia tidak mempunyai anak atau beranakan! Yesus bukanlah Tuhan! Yesus adalah Nabi Isa AS yg hanyalah pesuruh Allah,utusan Allah yg memberi kbar gembira ttg keselamatan,kdamaian,dan syurga d akhrat pabila kita menyembah Allah dan mengikuti syariat Allah! Yesus tdak mati d tiang salib,namun ia d samarkan oleh Allah agar terhindar dari orang2 musyrik yg ingin mendholiminya. Yesus akan datang pada saat hari kiamat akan tiba! Ia akan memberi kbar kebenaran bagi umat Kristiani bahwa ia bukan Allah! Yg patut kita sembah hanyalah Allah yg menciptakan kita,yg tak dpt kita lhat! Kembalilah untuk menyembah Allah sesuai perintah Yesus yang murni ajaranny terdahulu.kembalilah maka Yesus akan menepati janjinya akan kedamaian keselamatan dan syurga yg akan d berikan untk kalian dari Allah.berbahagialah kalian telah kukabari berita kebenaran ini.. Ucapkanlah " Ashadu Allah illa ha ilallah wa ashadu anna muhammadar rosullallah " niscaya syurga akan kalian tempati bila kalian mengimani Allah secara Islam.karna Islam adalah agama Yesus kalian juga yang tak lain Nabi Isa A.S, Nabi kami juga. Islam adalah agama pembenar dari semua agama yg ada,karna Islam Agama yg benar2 turun dari Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW.

Imanuel Allah beserta kita said...

Allah adalah Maha Esa, tapi Allah menyatakan kasihNya dalam Bapa yang mencipta, Anak; Allah datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan manusia dari maut & Roh Kudus yang membimbing kita dalam hidup.

DylanP said...

ingin tahu:

TIGA HARI S E B E L U M Yesus dibangkitakan dari kamatianNya Yesus ada DIMANA?